1
1
Aku suka taman yang tidak terlalu ramai.
Yang jalannya dipenuhi bayangan pohon, rumputnya sedikit basah setelah hujan, dan bunganya tumbuh tanpa dipaksa terlihat sempurna.
Di tempat seperti itu, waktu terasa berjalan lebih pelan.
Ada sesuatu yang menenangkan saat melihat kupu-kupu berpindah dari satu bunga ke bunga lain. Mereka tidak terburu-buru, tidak sibuk membuktikan apa-apa. Hanya hidup, terbang, lalu hinggap sesuka hati. Kadang aku iri pada hal sesederhana itu.
Taman selalu punya cara aneh untuk membuat kepala lebih tenang.
Suara kendaraan terasa jauh. Pikiran yang biasanya berisik perlahan mengecil. Yang tersisa cuma angin, warna-warna bunga, dan rasa lega yang sulit dijelaskan.
Mungkin itu alasan kenapa aku suka tempat hijau.
Bukan karena terlihat indah untuk difoto, tapi karena di sana aku tidak merasa harus menjadi apa-apa. Tidak harus terlihat kuat, tidak harus terlihat sibuk, tidak harus terus mengikuti cepatnya dunia.
Di tengah bunga-bunga yang tumbuh diam-diam, aku belajar kalau hidup tidak selalu tentang berlari. Kadang cukup berhenti sebentar, duduk di bawah pohon, lalu membiarkan diri sendiri bernapas lebih tenang dari biasanya.
Dan kupu-kupu itu, entah kenapa, selalu terlihat seperti pengingat kecil bahwa sesuatu yang lembut tetap bisa bertahan di dunia yang keras.